Bupati Landak Resmikan Puskesmas Prototype

Image Thumbnail

Bupati Landak Karolin Margret Natasa meresmikan Puskesmas Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Senin (22/07/19) sebaagai salah satu dari 6 bangunan Puskesmas Prototype yang ada di Kabupaten Landak, sebagai bentuk peningkatan pelayanan fasilitas pelayanan kesehatan dan ujung tombak pemberi pelayanan bagi masyarakat di Kabupaten Landak.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Landak terus berupaya meningkatkan standar pelayanan dibidang kesehatan dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat dengan melakukan pembangunan 6 Puskesmas Prototype di Kabupaten Landak pada tahun 2018 yakni Puskesmas Karangan di Kecamatan Mempawah Hulu, Puskesmas Mandor di Kecamatan Mandor, Puskesmas Sebangki di Kecamatan Sebangki, Puskesmas Semata di Kecamatan Ngabang, Puskesmas Meranti di Kecamatan Meranti, dan Puskesmas Serimbu di Kecamatan Air Besar.
”Puskesmas Karangan ini merupakan salah satu dari 6 Puskesmas Prototype yang diresmikan dengan sumber pendanaannya berasal dari APBN, dan tahun ini akan dibangun lagi 1 Puskesmas Prototype di Kecamtan Sengah Temila yakni Puskesmas Pahauman dan masih ada 8 Puskesmas lagi yang belum kita renovasi. Saya berharap dengan adanya peningkatan perbaikan bangunan dan standar pelayanan di Puskesmas kita dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata dalam upaya meningkatkan status dan derajat kesehatan masyarakat KabupatenLandak,” ucap Bupati.
Untuk Puskesmas Karangan ini melayani 17 Desa, 73 Dusun, 40.022 Penduduk dengan memiliki tenaga kesehatan 3 orang dokter umum, 1 orang dokter gigi, 28 orang perawat, 19 orang bidan, 2 orang tenaga promosi kesehatan, 1 orang kesehatan lingkungan, 1 orang labolatorium medic, 2 orang gizi, dan 1 orang farmasi dengan total tenaga 76 orang termasuk petugas Poskesdes, Pustu, Polindes, dan Tenaga Non Kesehatan.
Selain itu, Puskesmas Karangan melayani kunjungan pasien dengan jumlah kunjungan rata-rata perhari sebanyak 31 pasien umum dan 47 pasien BPJS, serta Puskesmas Karangan juga telah terakreditasi dengan peringkat dasar pada tahun 2016, dan saat ini sedang mempersiapkan re-akreditasi dengan harapan mendapatkan nilai paripurna.
“Akreditasi itu juga untuk melindungi petugas medisnya, SOP yang dibuat itu bukan untuk membuat pekerjaan kita menjadi lebih susah tetapi supaya lebih mudah dan lebih gampang dievaluasi serta apabila ada masalah, ada keluhan masyarakat, dan yang terburuknya ada gugatan masyarakat kita bisa menjawab dan mampu menunjukkan standar pelayanan professional yang kita berikan, itulah salah satu tujuannya akreditasi. Selin itu, saya ingatkan kepada masyarakat bahwa dengan adanya gebung Puskesmas yang baru dan megah ini jangan takut untuk berobat di puskesmas, walaupun gedungnya baru tetapi tarifnya tidak baru karena yang kita lakukan adalah peningkatan pelayanan kesehatan untuk masyarkat,” jelas Bupati.

.

Share Post: